Minggu, 20 September 2015

UAB Vs Pasar Johar


Aku akan bercerita sedikit mengenai pengalaman lucu sekaligus konyol yang terjadi padaku pada hari senin lalu.
Hari itu seperti biasa, aku berangkat ke kampus bersama temanku ela,tetangga kost yang juga berasal dari sulawesi tenggara, rencananya hari ini akan dilaksanakan ujian akhir blok 1 pada jam 8 pagi, namun begitu tiba dikampus, bukannya UAB yg dilaksanakan melainkan hanya kuliah KP sampai pukul 11 siang, “oh, UAB ditunda lagi ternyata, mungkin besok” pikirku
   Akhirnya akupun memutuskan untuk pergi ke pasar johar untuk memebeli  beberapa perlengkapan kost, toh setelah kuliah KP jam 11 tidak ada lagi kuliah berikutnya... sekitar pukul 2 siang  lewat  akupun mengirim pesan singkat ke temanku yang berisi
      “Ela, sorry, sa mau pergi di johar, ko pulang mi duluan nda usah tunggu saya, okeh?”  ku kirim sms itu ke temanku ela yang sedang berada di pumanisa sambil menunggu angkot.
           Dari kampus aku menuju ke johar setelah menyebrangi jembatan penyebrangn depan rumah sakit, ku setop sebuah angkot yang isinya hanya ada seorang mas-mas dan 2 orang mahasiswi, angkot pun kembali melaju, setelah melalui 2/3 perjalanan tiba-tiba hp ku berdering,bisa di tebak itu balasan sms dari ela, namun alangkah terkejutnya aku saat membaca isi sms itu
“ woy! Jan dulu pergi, ada ujian sebentar jam 15.30 di puma kunee” akupun buru-buru menengok arloji, kulihat jam sudah menunjuk angka 3!!!
          Aku mulai panik dalam angkot, sembari berpikir mau kuteruskan perjalanan yg sudah hampir sampai ini atau balik ke kampus dengan uang 4 ribu yang terbuang sia-sia???
“masa bodoh! Biar saja rugi 4 ribu rupiah daripada menelantarkan kuliahku” gumamku
         Tanpa pikir panjang lagi aku lalu menghentikan angkot, sialnya aku turun di jalan 1 jalur, dimana tidak ada  kendaraan yang melaju dari arah berlawanan . terpaksa aku berlari menuju persimpangan jalan yang jaraknya hampir 500 meter untuk mencari angkot,
Menit demi menit berlalu, aku mulai panik jarum jam terus berjalan namun aku belum menemukan satupun angkot, ada beberapa tapi sudah penuh penumpang, cukup lama aku berdiri di tepi jalan berpanas-panasan menunggu mobil orange yang bisa mengantarku kembali ke kampus,
“angkot apa sajalah yang penting bisa ditumpangi...” gerutuku
         Belasan menit menunggu akhirnya kutemui juga sebuah angkot reot yang sudah hampir penuh, dengan bersimbah keringat aku naik kedalam angkot yang cukup sesak dan berdesakan dengan para mbah-mbah pedangang sayur tersebut.
Setelah berhenti di depan rumah sakit sultan agung, ku tengok  kembali jam tanganku yang menunjukan pukul 15 lebih 20 menit, “alhamdulillah belum terlambat” kataku dengan nafas terengah-engah, akupun langsung bergegas menuju pumanisa.
        Dari kejadian itu ku petik pelajaran yang berharga untuk jangan mudah membuat kesimpulan tanpa mencari tau informasinya terlebih dahulu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak membuat kesalahan seperti ini lagi...